Apple menawarkan versi terbaru dari iPhone 16, yaitu iPhone 16e. Ponsel baru Apple dengan harga paling terjangkau ini dirilis sebagai upaya untuk merayu pelanggan yang sensitif terhadap harga di negara-negara seperti China dan India.
Peluncuran iPhone 16e, yang berharga USD 599 dan dilengkapi dengan kecerdasan buatan atau AI, terjadi pada minggu yang sama ketika pesaingnya dari China, Huawei, meluncurkan ponsel lipat tiga andalannya dalam acara peluncuran luar negeri.
Analis mengatakan strategi harga kelas menengah dan peluncuran lebih awal dari yang prediksi, adalah upaya Apple untuk meningkatkan adopsi di pasar kelas bawah. Ponsel baru tersebut menggantikan seri SE dan merupakan model terjangkau pertama Apple sejak 2022.
“16e merupakan langkah maju yang besar dari SE dan lebih sesuai dengan permintaan pasar di segmen kelas menengah atas tersebut, tapi China sangat kompetitif, terutama dalam kisaran harga tersebut,” cetus Archie Zhang, analis senior di Counterpoint Research.
Di China, pasar terbesar kedua Apple, raksasa lokal Huawei telah bangkit kembali setelah dihantam sanksi Amerika sejak 2019. Menurut data Canalys, Huawei menyalip raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino tahun lalu dengan pangsa pasar 16%, dibandingkan dengan Apple yang hanya 15%.
Padahal pada tahun 2023, Apple unggul nyaman dengan pangsa pasar 19%, dibandingkan dengan Huawei yang hanya 12%.
Tahun lalu, pembuat iPhone itu memperkenalkan Apple Intelligence, yang telah merilis layanan AI-nya ke pasar-pasar terbatas, termasuk AS, Inggris, Kanada, dan Australia. Raksasa teknologi China Alibaba menguak bahwa Apple memilih untuk bekerja sama dengan mereka dalam meluncurkan fitur-fitur AI-nya di China, tapi tanggal rilisnya masih belum jelas.
Selain peluncuran fitur AI yang lambat dan persaingan ketat dari merek-merek China seperti Oppo, Huawei, dan Vivo, yang sering kali menawarkan spesifikasi lebih tinggi dengan harga lebih rendah, Apple juga menghadapi tantangan seperti patriotisme yang lebih besar di antara konsumen China.
Menurut Lori Chang, analis senior di perusahaan riset Isaiah Research, secara global, Apple semakin menghadapi perjuangan berat dalam memikat pelanggan baru. Penjualan ponsel pintarnya menurun sejak mencapai puncak di 2022, dan pengapalan globalnya telah turun dari 19,3% tahun 2023 jadi 18,2% tahun lalu, menurut Counterpoint Research.
Adapun Huawei merilis ponsel pintar lipat tiga, Mate XT, di ibu kota Malaysia, menandai salah satu peluncuran ponsel pintar luar negeri terbesarnya sejak terkena pembatasan ekspor yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump selama masa jabatan pertamanya pada tahun 2019.
“Pentingnya peluncuran XT di luar negeri adalah untuk menunjukkan seberapa jauh kita bisa melangkah,” kata juru bicara Huawei kepada CNN.
Ponsel lipat tiga komersial pertama di dunia, yang dapat dilipat dengan dua engsel dan mengembang seperti tablet itu, pertama kali diluncurkan di Tiongkok pada bulan September 2024, hanya beberapa jam setelah Apple memperkenalkan iPhone 16.
Namun, harganya yang mahal, yaitu USD 3.673 di luar China, menjadikannya perangkat mewah. Tapi rilis global memiliki arti penting secara simbolis karena ini merupakan tanda lain kebangkitannya.


















Comments