Apps

Meta Digugat: Benarkah WhatsApp Bisa Baca Pesan Pribadi Pengguna?

0

Dunia teknologi tengah dihebohkan oleh gugatan hukum terbaru yang menyerang raksasa teknologi Meta. Kelompok penggugat dari berbagai negara menuding bahwa Meta sebenarnya memiliki kemampuan untuk membaca pesan pribadi pengguna WhatsApp—sebuah klaim yang langsung dibantah keras oleh perusahaan milik Mark Zuckerberg tersebut.

Isi Gugatan: Tuduhan Penipuan Miliaran Pengguna

Gugatan yang dilayangkan di Pengadilan Distrik San Francisco ini menuduh Meta dan WhatsApp sengaja menyimpan, menganalisis, dan mengakses pesan pribadi. Tak tanggung-tanggung, para penggugat mengklaim bahwa Meta telah menipu miliaran pengguna di seluruh dunia terkait privasi data mereka.

Poin utama dalam gugatan tersebut meliputi:

  • Akses Karyawan: Mengutip pernyataan whistleblower, penggugat mengklaim karyawan Meta bisa melihat pesan pengguna dengan cara sederhana.

  • Ketiadaan Bukti Teknis: Meski tuduhannya berat, dokumen gugatan tersebut kabarnya belum menyertakan rincian teknis bagaimana enkripsi WhatsApp bisa ditembus.

BACA JUGA: Ciri WhatsApp Diblokir: 7 Tanda Kamu Perlu Tahu, Jangan Panik Dulu!

Reaksi Keras Meta: “Gugatan Ini Adalah Karya Fiksi!”

Pihak Meta tidak tinggal diam. Juru bicara Meta menegaskan bahwa sistem End-to-End Encryption (E2EE)menggunakan protokol Signal telah menjadi standar WhatsApp selama satu dekade terakhir.

“Segala klaim bahwa pesan WhatsApp tidak dienkripsi adalah sepenuhnya salah dan tidak masuk akal. Gugatan ini adalah karya fiksi yang tidak berdasar,” tegas juru bicara Meta (27/1/2026).

Senada dengan itu, Head of WhatsApp, Will Cathcart, juga memberikan pembelaan melalui platform X. Ia menjelaskan bahwa kunci enkripsi hanya tersimpan di ponsel pengguna, bukan di server Meta.

Elon Musk & Pavel Durov Ikut Memanas

Isu ini semakin liar setelah para petinggi teknologi lainnya ikut berkomentar. Elon Musk (CEO X) sempat memicu perdebatan dengan menyebut WhatsApp tidak aman sembari mempromosikan fitur X Chat. Sementara itu, Will Cathcart menyerang balik dengan menyebut firma hukum di balik gugatan ini adalah pihak yang sama yang pernah membela NSO Group (pembuat spyware Pegasus).

BACA JUGA: WhatsApp Rilis Aplikasi untuk Apple Watch, Bisa Balas Pesan Langsung!

AirTag 2: Sinyal Lebih Luas Bikin Mudah Dilacak

Previous article

OPPO A6t Series Resmi Meluncur di RI, Baterai 7000mAh & 45W SUPERVOOC

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Apps