Peluncuran Samsung Galaxy Z TriFold di Korea Selatan pada 12 Desember 2025 langsung mencuri perhatian dunia teknologi. Ponsel lipat tiga pertama dari Samsung itu ludes terjual hanya dalam hitungan menit di kampung halamannya.
Antusiasme tinggi tersebut melahirkan kisah heroik: seorang pembeli menjadi orang pertama di dunia yang memiliki Galaxy Z TriFold setelah rela mengantre hampir 24 jam di suhu minus 5 derajat Celsius.
Kisah ini terjadi di sebuah toko ritel Samsung di pusat kota Seoul. Antrean mulai terbentuk sejak malam sebelum peluncuran resmi. Kim Ji-hoon, seorang pekerja lepas berusia 42 tahun, tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 waktu setempat pada 11 Desember 2025. Saat itu, suhu udara terus menurun hingga mencapai minus 5 derajat Celsius pada malam hari.
Dengan hanya berbekal jaket tebal dan termos berisi teh hangat, Kim bertahan sendirian di depan toko demi satu tujuan: menjadi pemilik pertama Galaxy Z TriFold. “Saya ingin merasakan momen bersejarah ini. Ini bukan sekadar ponsel, tapi masa depan yang bisa saya pegang lebih dulu,” ujarnya kepada media lokal usai berhasil membeli unit pertamanya keesokan pagi.
Menurut laporan Money Today, Samsung hanya mendistribusikan Galaxy Z TriFold secara terbatas di sekitar 20 toko fisik di seluruh Korea Selatan, ditambah penjualan daring melalui situs resmi. Begitu gerai dibuka, stok langsung habis dalam waktu singkat.
Harga awal Galaxy Z TriFold dipatok 3,59 juta won Korea Selatan, atau setara sekitar Rp 42 juta. Meski tergolong sangat premium, minat konsumen tetap tinggi. Varian penyimpanan 512 GB menjadi yang paling cepat ludes, disusul model 1 TB yang juga terjual habis kurang dari satu jam.

Antrean Pembeli Samsung Galaxy Z Trifold
Inovasi Tri-Fold Jadi Daya Tarik Utama
Galaxy Z TriFold membawa konsep baru dalam kategori ponsel lipat. Perangkat ini mengusung mekanisme tri-fold yang memungkinkan layar terbuka penuh menjadi panel seukuran tablet 10 inch.
Saat terbuka, dimensinya mencapai 159,2 x 214,1 mm dengan ketebalan hanya 3,9-4,2 mm. Ketika dilipat, ketebalannya sekitar 12,9 mm, membuatnya tetap praktis dibawa.
Layar internal menggunakan panel Dynamic LTPO AMOLED 10 inci dengan resolusi 2160 x 1584 piksel dan tingkat kecerahan hingga 1.600 nits. Sementara itu, layar eksternal berukuran 6,5 inci beresolusi FHD+ dengan kecerahan maksimal 2.600 nits. Keduanya mendukung refresh rate adaptif 1-120 Hz.
Dari sisi performa, Galaxy Z TriFold ditenagai Qualcomm Snapdragon 8 Elite, dipadukan dengan RAM 16 GB serta pilihan penyimpanan 512 GB atau 1 TB. Baterai berkapasitas 5.600 mAh mendukung pengisian cepat 45 W melalui kabel dan telah mengantongi sertifikasi ketahanan air dan debu IP48.
Perangkat ini menjalankan One UI 8.0 berbasis Android 16, dengan komitmen pembaruan hingga tujuh versi Android ke depan. Untuk fotografi, Samsung menyematkan kamera utama 200 MP, kamera ultra-wide 12 MP, dan telefoto 10 MP. Kamera selfie 10 MP tersedia di layar internal maupun eksternal, mendukung fleksibilitas penggunaan dalam berbagai mode lipatan.
Peluncuran di Korea Selatan menjadi indikator awal tingginya minat pasar global terhadap Galaxy Z TriFold. Samsung telah membuka pendaftaran restok untuk konsumen domestik, meski jadwal pengiriman ulang belum diumumkan. Di Amerika Serikat, perangkat ini diperkirakan meluncur pada awal 2026, kemungkinan berbarengan dengan ajang CES.
Bagi Kim Ji-hoon, pengalaman mengantre di suhu ekstrem itu terasa sepadan. “Dingin itu terbayar. Saya merasa menjadi bagian dari sejarah,” katanya sambil memamerkan Galaxy Z TriFold miliknya yang masih terbungkus rapi.
Peluncuran Galaxy Z TriFold menegaskan posisi Samsung sebagai pionir di segmen ponsel lipat, sekaligus menunjukkan betapa kuatnya antusiasme penggemar terhadap inovasi terbaru di dunia smartphone, demikian dilansir dari 9to5Google.


















Comments