Samsung Electronics berencana untuk meningkatkan bisnis AI atau kecerdasan buatan pada perangkatnya, dengan tujuan melampaui pertumbuhan pasar global di segmen elektronik konsumen tahun ini. Selain itu juga untuk membendung tekanan dari vendor ponsel China yang kia agresif.
Menurut Jong-Hee Han, selaku CEO Samsung Electronics, pasar elektronik konsumen global untuk smartphone, TV, dan peralatan rumah tangga akan tumbuh sekitar 3% pada tahun 2025.
Samsung, pembuat telepon pintar dan TV terbesar di dunia, mengharapkan bisnis perangkat selulernya tumbuh sebesar 4%-5% tahun ini, sementara pertumbuhan di unit TV dan peralatan rumah tangga juga kemungkinan akan meningkat.
Samsung Electronics telah meningkatkan upaya untuk menghubungkan perangkatnya dengan kecerdasan buatan, memasang chip AI di lemari es, mesin cuci, dan penyedot debu robotnya.
Samsung juga telah memperkuat fungsi AI-nya pada smartphone unggulan premiumnya, seperti seri Galaxy S24, yang memiliki beberapa fitur yang mendukung AI termasuk penerjemahan real time untuk panggilan telepon bahasa asing tertentu.
Hal ini terjadi karena merek-merek China seperti Huawei dan Xiaomi telah muncul sebagai pesaing serius bagi Samsung dengan menawarkan ponsel pintar kelas atas dengan harga yang jauh lebih rendah.
Menurut Han, persaingan dari perusahaan-perusahaan China “bermanfaat” bagi Samsung dan konsumen. Ia menambahkan bahwa Samsung bertujuan untuk memberi diferensiasi produk-produknya dengan keamanan dan kenyamanan yang lebih baik, daripada menurunkan harga.


















Comments